One vision, one Identity, one Community

images
Ketika kalian membaca judul di atas, apa yang ada dibenak kalian? Sungguh sangat disayangkan jika kalian tidak tau maknanya. Bukan hanya translate ke Bahasa Indonesia tapi makna filosofisnya, tapi bersyukurlah jika kalian tahu makna dan maksud judul itu, I give 3 stars for you! Yap, that’s right, that’s a motto for AEC 2015. Tidak tahu AEC itu apa? So poor you, You are in the danger level man.

Oke tulisan saya kali ini akan membahas AEC 2015, agak terlambat sih tapi tak apa saya akan berbagi ilmu bagi kalian yang tidak tahu ataupun kalian yang ingin tahu AEC lebih jauh. Mengapa saya berani berkata ada yang belum tahu soal AEC? Yap, Beberapa hari yang lalu, saya tidak sengaja menguping pembicaraan beberapa mahasiswa tentang AEC, mereka saling mengobrol soal itu tapi mengenaskannya mereka terdengar belum tahu apa-apa soal AEC. Mereka hanya mendiskusikan apa yang dikatakan dosen ketika kuliah dan dari beberapa orang itu belum ada yang benar- benar tahu, padahal sudah MAHASISWA SEMESTER 5! Megenaskan!

Sebenarnya AEC itu apa sih? AEC adalah singakatan dari Asean Economic Community. Lalu mengapa biasanya diembel- embeli 2015? Asean Economic Community adalah gebrakan dari petinggi- petinggi dari negara- negara ASEAN untuk membentuk Komunitas Ekonomi Asean dan rencananya akan dimulai pada tahun 2015. Lalu apa untungnya kita tahu? Ini sangat penting, dengan dimulainya AEC 2015 ini akan menjadi titik mula persaingan global negara- negara ASEAN. Pada dasarnya latar belakang dibentuknya AEC atau biasa juga dikenal MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah untuk membentuk ASEAN menjadi kawasan yang stabil, sejahtera, dan kompetitif dengan pembangunan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan disparitas sosial ekonomi antar negara di ASEAN (ASEAN Vision 2020). Selain itu diharapkan kedepannya ASEAN dapat menjadi penyedia factor produksi bagi negara – negara di seluruh dunia. ASEAN tidak hanya sebagai pasar untuk produk – produk dari negara – negara Eropa, Amerika maupun Asia Timur.
Negara dalam kawasan ASEAN akan berkompetisi untuk bertahan dalam AEC ini, bagaimana tidak? Dengan dimulainya AEC tahun 2015 nanti pasar global ASEAN akan semakin terbuka lebar. Ekspor impor akan semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi semakin pesat. Tapi dengan catatan, apabila negara tersebut mampu bertahan dan cukup siap. Dan Indonesia bisa dikatakan belum cukup siap akan hal tersebut. berdasarkan data World Economy Forum (WEF), daya saing Indonesia berada di urutan 55 dunia pada 2008 dan kemudian menjadi peringkat 50 dunia tahun 2012. Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura di peringkat tiga dunia, Malaysia ke-25, dan Thailand urutan ke-38. Jika ditinjau dari tujuan diberlakukannya, lanjut dia, AEC merupakan realisasi dari keinginan yang tercantum dalam Visi 2020 untuk mengintegrasikan ekonomi negara-negara Asean dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama. Visi 2020 menyatakan, dalam pelaksanaan AEC, negara-negara anggota harus memegang teguh prinsip pasar terbuka (open market), berorientasi ke luar (outward looking), dan ekonomi yang digerakkan oleh pasar (market drive economy) sesuai dengan ketentuan multilateral.
Lalu bagaimana caranya Indonesia bisa bertahan? Jelas perlu ada penguatan di beberapa sektor yang masih rapuh dalam regulasinya terutama dalam sektor perekonomian. Yang juga perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia di Indonesia sendiri, mampu bersaing dengan negara ASEAN lain atau tidak. Dan itu adalah tugas kita sebagai mahasiswa. Sebenarnya, lebih bisa dikatakan pilihan bukan tugas. Mengapa? Off course tergantung pribadi kita sendiri, mau tersingkir dari negara sendiri atau justru menjajah negara lain. Jika AEC saja maknanya belum cukup tahu, bagaimana mau mempersiapkannya. Perlu diketahui bahwa mulai tahun 2015 kita tidak hanya bersaing dengan orang Indonesia dalam mencari pekerjaan tapi dengan negara ASEAN lainnya dan itu TIDAK MUDAH! Persiapkan skill kalian dan bahasa asing yang mempuni jika tidak mau tersingkir. Memang ada batasan- batasan dalam bahasa, misalnya saja orang thailand ingin bekerja di Indonesia harus bisa bahasa Indonesia namun asal kalian tahu banyak orang Thailand, filipina dll yang sudah bisa Bahasa Indonesia! Memang terserah kalian but this is real, The war comes closer guys.