Senyap, sang Film Kontroversial

Film. Sebuah gabungan berbagai seni. Bagaimana tidak? Di dalam sebuah film tak ayal terkandung musik, tari, drama, dan sejenisnya. Mungkin itu yang saya tahu karena saya hanya penikmat film yang tak tahu bagaimana membuatnya dan serumit apakah prosesnya. Kehidiran sebuah film bukan tidak mungkin karena permasalahan dan topik- topik unik yang timbul dalam masyarakat. Sebuah film, dibuat untuk memberikan pelajaran dan manfaat bagi penonton. Namun dalam perkembangannya tercipta berbagai jenis film, salah satunya documentary film. Inilah film yang tercipta dari keadaan yang real bukan cerita yang fiksi ataupun khayalan belaka. Tak jarang film ini menimbulkan kontroversi karena keberadaannya yang mungkin seperti ‘mengungkit masalah yang tabu’ yang menyebabkan beberapa pihak terganggu.

Salah satunya Film Senyap.

senyap

Belum lama film ini beredar di Indonesia, namun kehadirannya sontak menimbulkan kontroversial di beberapa daerah. Mengapa? Akan saya coba jelaskan

Senyap adalah karya Joshua Oppenheimer. Ia mencoba memfilmkan para pelaku genosida di Indonesia dalam film ini.Film Senyap atau ‘The Look of Silence’ bercerita mengenai pembantaian massal 1965 di Sumatera Utara. Film dokumenter ini bercerita mengenai seorang laki-laki yang mencari tahu pembunuh kakaknya. 40 tahun lebih telah berlalu, Adi Rukun dan ibunya yang sudah lansia masih memendam kepedihan dari tragedi pembantaian massal tahun 1965 di Indonesia. Kakak Adi adalah salah seorang korban pembantaian di Sumatera Utara. Adi mejalani kehidupan dengan tanda tanya besar atas kematian kakaknya. Bagaimana kakaknya terbunuh dan siapa pelakunya.

Senyap atau The Look of Silence adalah kelanjutan dari dokumenter sebelumnya Jagal atau The Act of Killing arahan sutradara AS Joshua Oppenheimer dan ko-sutradara anonim asal Indonesia. Film Senyap mengambil perspektif keluarga korban sementara Jagal mengambil perspektif para pelaku pembantaian.

Film Senyap, dan juga film sebelumnya, Jagal, adalah sebuah pengingat bahwa kebenaran belum lagi tuntas diungkapkan, keadilan belum lagi ditegakkan, permintaan maaf belum lagi dikatakan, korban belum direhabilitasi—apalagi mendapatkan rekompensasi atas segala yang dirampas dari mereka. Sesudah itu semua, sejarah yang diajarkan di sekolah masih bungkam mengenai kekejaman dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang menimpa jutaan orang. Film Senyap, bagi saya adalah gaung bagi suara-suara lirih keluarga korban, penyintas, dan mereka yang tertindas. Saya berharap gemanya akan sanggup memperkuat suara-suara itu, karena di sela-sela kesenyapan itu juga ada banyak harapan. Film Senyap menunjukkan betapa rekonsiliasi adalah sebuah jalan panjang, penuh rintangan, dan berat. Kami berharap pesan film Senyap ini mencerminkan optimisme kami: “Rekonsiliasi adalah jalan berat, bukan jalan yang tak mungkin.” Ujar co-Sutradari Film Senyap

Tidak hanya mengundang kontroversi, Senyap juga memenangkan lima Penghargaan dalam Festival Film Internasional Venesia ke 71 di Italia akhir Agustus dan Usai premier di Venesia, film ini juga diputar dalam Festival Film Telluride dan Festival Film Toronto.

Banyak dari mereka yang tidak setuju penayangan film ini karena isi film itu sendiri yang dianggap memihak kepada PKI dan menjadi alat penyebaran kembali ideologi PKI pada masyarakat. Tapi kembali lagi pada diri kita masing-masing, tiap sesuatu dibuat adalah untuk mengundang manfaat, bukan berarti saya mendukung paham PKI atau membela para penganut komunis tapi seharusnya film ini memberikan pelajaran dari masa lalu agar tidak terulang kembali.

Jika sesuatu hal tidak terungkap selama-lamanya, bagaimana kita bisa tahu? Karena sesungguhnya sejarahlah yang membantu kita ke arah yang lebih baik agar tidak terjebak pada lubang yang sama. Isn’t right?

yah, setidaknya itu yang saya tahu dan pemikiran saya tentang film ini. Chao!

Advertisements

A Silent Love

From the very beginning, the girl’s family objected strongly on her dating this guy. Saying that it has got to do with family background & that the girl will have to suffer for the rest of her life if she were to be with him.

 Due to family’s pressure, the couple quarrel very often. Though the girl love the guy deeply, but she always ask him: “How deep is your love for me?”

 As the guy is not good with his words, this often causes the girl to be very upset. With that & the family’s pressure, the girl often vents her anger on him. As for him, he only endures it in silence.

After a couple of years, the guy finally graduated & decided to further his studies in overseas. Before leaving, he proposed to the girl: “I’m not very good with words. But all I know is that I love you. If you allow me, I will take care of you for the rest of my life. As for your family, I’ll try my best to talk them round. Will you marry me?”

The girl agreed, & with the guy’s determination, the family finally gave in & agreed to let them get married. So before he leaves, they got engaged.

The girl went out to the working society, whereas the guy was overseas, continuing his studies. They sent their love through emails & phone calls. Though it’s hard, but both never thought of giving up.

One day, while the girl was on her way to work, she was knocked down by a car that lost control. When she woke up, she saw her parents beside her bed. She realized that she was badly injured. Seeing her mum crying, she wanted to comfort her. But she realized that all that could come out of her mouth was just a sigh. She has lost her voice.

The doctor says that the impact on her brain has caused her to lose her voice. Listening to her parents’ comfort, but with nothing coming out from her, she broke down.

During the stay in hospital, besides silence cry, it’s still just silence cry that companied her. Upon reaching home, everything seems to be the same. Except for the ringing tone of the phone. Which pierced into her heart every time it rang. She does not wish to let the guy know. & not wanting to be a burden to him, she wrote a letter to him saying that she does not wish to wait any longer.

With that, she sent the ring back to him. In return, the guy sent millions & millions of reply, and countless of phone calls, all the girl could do, besides crying, is still crying.

The parents decided to move away, hoping that she could eventually forget everything & be happy.

With a new environment, the girl learnt sign language & started a new life. Telling herself everyday that she must forget the guy. One day, her friend came & told her that he’s back. She asked her friend not to let him know what happened to her. Since then, there wasn’t anymore news of him.

A year has passed & her friend came with an envelope, containing an invitation card for the guy’s wedding. The girl was shattered. When she opened the letter, she saw her name in it instead.

When she was about to ask her friend what’s going on, she saw the guy standing in front of her. He used sign language telling her “I’ve spent a year’s time to learn sign language. Just to let you know that I’ve not forgotten our promise. Let me have the chance to be your voice. I

Love You.” With that, he slipped the ring back into her finger. The girl finally smiled.


That’s a story from my cousin, I’ve copied it to my blog post today cause I think it’s inspiring 🙂 Hope you feel it too

Sehina Itukah para Pesepeda?

Aku tahu aku paham, para pesepeda itu kaum minoritas. Banyak yang bilang orang yang naik sepeda itu kumuh, miskin, kere, bodoh, gak jaman, gak keren, dan lainnya yang jelek- jelek. Kalian boleh ngomong kayak gitu, boleh banget. Tapi para pesepeda juga manusia, kan? Sekarang aku tanya, dulu yang mendiami bumi duluan sepeda tau sepeda motor (dan kawan-kawan kendaraan bermesin lainnya)? Sepeda motor itu cuman perkembangan dari sepeda, gak jauh-jauh amat. Basic-nya juga dari sepeda keleus.

“Orang yang naik sepeda onthel itu pasti kere dan miskin, mana mungkin naik sepeda kalau punya duit”

Kenyataan emang bener 80% pemakai sepeda di Indonesia gak berduit, bukan orang kaya yang ngehamburin duit buat beli barang yang cuma bisa nambah polusi dan menambah angka kematian. Tapi mereka lebih bermartabat dari pada kalian. 20 % nya lagi toh juga bukan tipe orang kere. Pakai sepeda itu pilihan, pilihan yang bermanfaat tentunya. Alasan mereka pake sepeda itu karena kesadaran, mungkin karena emang gak bisa pake motor, gak mau naik motor, atau bisa naik motor tapi memilih naik sepeda. Nah, gimana? Daripada kere tapi sok-sokan naik motor lebih gak guna kan.

“Mereka yang naik sepeda itu ndeso, goblok, gak jaman, gak mutu”

Sepeda emang identik dengan orang desa yang emang gak ada kendaraan lain. Goblok karena mereka kan bukan keturunan bangsawan yang pinter, paling kalaupun dia masih muda orangtuanya Cuma bekerja jadi petani atau guru SD yang penghasilannya pas-pasan dan gak ada keturunan pinter, cerdas, berintegritas. Tapi kalian coba tengok ke negara- negara maju, ada gak motor yang lewat dijalan? Ada? Udah nemu? Coba ke Eropa deh, gak ada tuh bengkel motor paling cuman satu dua bengkel motor, itupun buat moge bukan motor bebek atau apalah itu yang banyak dijalanan Indonesia. “Tapi kan beda dong Indonesia sama Eropa? Mikir dong, mana mungkin kita ikut-ikutan, demografis dan lingkungan aja gak mendukung”. Nah itu pikiran orang yang gak openminded, lingkungan gak mendukung itu ya cara berpikir kalian, coba deh setiap orang paling gak yang berpendidikan deh, berhenti pake motor. “Tapi entar gini gini ini itu, rumahku kan jauh” nah, gak bisa kan, kebanyakn alesan kan? Bisa kalian kayak kita pake sepeda? Jauh? Pake angkutan umum dong. Masalah pemerintah sekarang bagaimana menyadarkan kalian pengguna motor itu, udah ngabisin subsidi, nambah polusi, nambah keruwetan lalu lintas. Kapan bisa maju ini negara? Saya mendukung banget BBM naik, karena apa? Biar kalian sadar, gak beli motor mulu. Kalau perlu bbm naik sampe 100 ribu aja sekalian. Coba deh setiap anak muda paling gak mikir, otaknya dipake mikir kayak gitu, kalau pengguna motor rendah, pemerintah juga nambah fasilitas umum, diperbaiki noh bus-bus umum.

Juga buat universitas yang katanya menjunjung green campus tuh, kebijakannya diperbaiki! Katanya educopolis tapi pengguna sepeda masih disis-sia kan, motor masih berlalu-lalang. Motor mobil ngehabisin lahan parkir doang. Mbokya dipikir kali cara mngusir mereka dari pada cuman pake KIK dan blablabla, kenapa gak pake bus kampus atau apalah. Dibuat jalur sepeda tapi yang make motor, speda disuruh lewat mana? Udara? Entar gantian ditabrak pesawat. Dibuat tuh speda kampus tapi nyatanya malah tersungkur karatan dipojokan. Jalan-jalanan tertentu malah ditutup, menghambat! Coba deh bikin peraturan maba harus pake sepeda sampai lulus, atau kawasan kampus bener-bener bebas kendaraan bermotor. Gak berani ditentang mahasiswa yang kaya dan anaknya pejabat? Ha, itu namanya bukan kampus kerakyatan.

Sekarang kalian mau apa? Mau nyacat mulu sama pesepeda, nyalahin kita terus? Malu gak sih kalian. Kalian itu lebih gak bermoral, gak tau diuntung tinggal di bumi. Paling gak, hormati lah kita para pesepeda dan pejalan kaki. Kita sama-sama pengguna jalan dan penghuni bumi, gak usah sok-sokan lah. Kita lebih tough daripada kalian!

Pluralisme

Pluralisme. Katanya bangsa kita bangsa yang menjunjung keanekaragaman dengan kata lain kita bangsa yang tidak jauh dengan keadaan pluralisme.

Kata pluralisme berasal dari bahasa Inggris (pluralism), terdiri dari dua kata plural (beragam) dan isme (paham) yang berarti beragam pemahaman, atau bermacam-macam paham. Dari penjelasan tersebut kesimpulan saya, secara sederhana pluralisme ditinjau dari sudut pandang keadaan/ kondisi adalah dimana dalam suatu lingkup tempat yang dihuni tidak hanya satu jenis spesies dengan kata lain bermacam-macam spesies. Seperti dalam pelajaran Bahasa Inggris, plural sendiri berarti jamak/banyak. So, what’s the next?

Pada dasarnya kita, bangsa Indonesia adalah masyarakat plural. Indonesia memiliki beraneka ragam ras, suku, budaya, dan agama. Sangat plural.

Lalu apa masalahnya?

Sudahkah kita menghargai pluralisme? Paling kecil dengan lingkungan sekitar lah. Kadang masalah agama membuat kita menjauhi seseorang, bahasa yang berbeda menimbulkan masalah dan perkelahian. Kadang ras tertentu menjadi minoritas dalam suatu tempat. Pluralisme masih menjadi masalah tabu dalam masyarakat. Bahkan pemimpin yang menjunjung pluralisme kadang dianggap salah. Masyarakat belum sadar bahwa mereka tidak hidup sendiri terutama mereka kaum mayoritas. Alasan mereka cukup relistis, mereka menganggap (misal agama) mereka paling benar. Sama sekali tidak salah karena setiap agama punya ajaran sendiri yang tentunya baik. Tapi bukan berarti mematikan eksistensi kelompok lain. Setidaknya berilah kesempatan pada kelompok lain, budaya merendahkan dan mengolok-olak setidaknya bisa dikurangi. dalam hal ini bukan berarti saya membela kaum minoritas dan mengecam pihak mayoritas yang kurang sekali menghargai kawan dalam keadaan pluralisme. Juga sebaliknya, bukan berarti ketika pihak minoritas juga berusaha melenyapkan pihak yang sekarang jadi mayoritas. Jadikan keadaan plura ini sebagai kelebihan dalam hidup bermasyarakat, menjadi ujian perdamaian bagi suatu bangsa dan justru buka menjadi akar masalah.

Mulai dari kita sendiri, keanekaragam itu diciptakan untuk menjadikan manusia saling menghargai bukan salih menyalahkan. Berhenti mengitimadasi agama, ras, suku selain kita, karena mereka juga mausia. Biarkan keanekaragam tumbuh, berkembang, dan hidup berdampigan.

5 Alasan Mengapa Harus ke Jerman

Akhir- akhir ini mungkin saya akan lebih sering meng-update isi mind garage ini, ya alasan nya sih simple aja. Karena 7 hari ke depan adalah libur yang cukup panjang (padahal minggu tenang sebelum UAS) yang realitasnya saya gak pulang kampung jadi terpaksa membusuk di kos dan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat, ya kayak gini nih haha. Dan kali ini bahasa dan yang dibahas santai dikit ya, habis ini kita bahas politi-politikan deh (efek jadi penggembira pemilwa kampus). Oke cukup curcolnya ya guys

923569_446083035476014_554235974_ncropped-berlin_wallpaper_16_9_by_vlooyoo-d5kk5bo.jpg


Yap,sebelum saya cerita panjang lebar soal topik untuk judul hari ini, saya mau tanya dulu nih sama kalian, do you have any favourite country? City? or something like that? Bisa kalian jawab dalam hati aja sih gak harus di bilik comment guys. Yap, Germany or also called Deutschland is my lovely country, my second country after Indonesia tercintah. Nah, kayak Pak Beye yang second country-nya USA sedangkan saya punya Jerman. Jadi, di segment kali ini saya mau cerita, apa sih yang membuat saya menjadi ‘lil crazy’ to Germany?

1. Jerman itu punya timnas sepakbola dan Club Bola yang berkualitas

Jerman itu punya timnas sepakbola yang keren bahkan menurut saya sebelum menang world cup kemarin DFB (nama timnas Jerman) sudah keren. DFB inilah yang memperkenalkan kepada saya betapa cantiknya olahraga sepak bola. Saya mulai tahu siapa Jerman saat saya SD kalau gak salah saat worldcup kira-kira tahun 2002-an. Walaupun dulu saya sama sekali gak tau Jerman itu dimana tapi dari situlah saya mulai  titik awal mengenalnya. Gak cuma timnas nya yang keren, Liga Sepak bola Jerman juga mulai bersaing di kancah Eropa dengan adanya club-club yang berkualitas, sebut saja Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, Bayern Leverkusen dll, bagi kalian bola lovers pasti paham lah ya betapa kuatnya mereka

2. Jerman jadi salah satu negara kuat di dunia

Hal itu bisa dibuktikan dengan berkembangya teknologi yang cukup pesat mulai dari bidang penerbangan, otomotif, obat-obatan,persenjataan, penemuan-penemuan baru hingga fashion, sebut saja merek sepatu Adidas. Gak cuma itu, Jerman juga menjadi salah satu negara eropa yang terhindar krisis ekonomi bahkan Jerman justru membantu negara European Union lainnya. Duniabe perpolitikan nya juga gak ancur kayak di Indonesia, tingkat korupsi kecil dan punya pemerintahan yang tegas dan benar- benar bertanggung jawab, termasuk kanselir Jerman sekarang, Angela Merkel.

3. Pendidikan di Jerman sangat maju dan berkualitas

Ini menjadi alasan mengapa saya pengen banget kuliah di Jerman. Pemerintah Jerman benar- benar memperhatikan pendidikan  bagaimana tidak, kuliah sarjana di Jerman gratis dan hampir semua universitas di Jerman itu mutu nya sama. Jadi ini membuka peluang besar untuk berburu scholarship ke Jerman, ya termasuk saya. Sebagian besar orang pengen banget kuliah di UK, France, US tapi meenurut saya kuliah di Jerman lebih Istimewa. Kebanyakan scholarship ke Jerman adalah jenjang Master dan Doctor, selain itu ketika kita sudah punya visa pelajar, memungkinkan banget mendapatkan transportasi gratis ke seluruh Jerman dan bisa keliling negara- negara Eropa lainnya. Kualitas pendidikan di Jeman itu TOP, lulusan-lulusan dari Universitas di Jerman mudah banget dapat pekerjaan, bahkan pemerintah Jerman mencarikan pekerjaan bagi kita para perantau terlebih lagi kalau kita punya nilai bagus. Tapi, jangankan dapat nilai bagus, lulus tepat waktu aja susahnya bukan main. Karena pendidikan di Jerman memang disiplin, tapi justru itu sisi baiknya. Pak habibie aja kuliah di sana hloo

4. Suasana dan Keadaan Jerman yang Eropa banget

Gedung- gedung di Jerman mempunyai arsitektur khas Eropa, yaiyalah letaknya aja di Eropa. Memang gak se-klasik di Italy atau di France tapi menurutku Jerman juga gak kalah, mulai dari tembok Berlin, beberapa museum kota, perpustakaan, dan gedung PBB. Selain itu ada Allianz Arena, duh pengen banget kesana dan jangan lupa Jerman punya 4 musim gak seperti di Indonesia. Suasana kota yang bersih tanpa adanya asap kendaraan, gak macet dan ramah sama pejalan kaki.

5. Kultur Jerman

Budaya Jerman unik dan tentunya eropean banget, banyak event- event tertentu yang dirayakan. Masyarakatnya yang lebih menjunjung tinggi bahasa sendiri jadi kita yang berencana ke Jerman harus belajar Bahasa Jerman ekstra dan di Jerman lumayan banyak masjid, wow! secara sebagai seorang muslin jarang sekali di negara yang mayoritas nasrani ada lumayan banyak masjid. so, I think Germany is suitable for me and also maybe for you para muslim yang pengen ke europe.

Jadi itulah 5 Alasan mengapa saya pengen banget ke Jerman, kuliah dan sekaligus liburan di sana. Begitu banyak sisi lain Jerman yang belum saya ketahui dan InsyaAllah akan saya share lagi banyak fakta dari Jerman setelah saya benar- benar menginjak tanah Jerman suatu saat nanti. Ich Liebe Deutsch

Semoga Bermanfaat! Bis bald!

7287_208429575977930_151558139_n.jpg

Siapa Bilang Sekolah di UGM Masuknya Susah?

Universitas Gadjah mada
Siapa sih yang gak tahu UGM? Itu lho Universitas yang punya prodi terbanyak di Indonesia dan yang katanya disebut sebagai kampus kerakyatan. Pokoknya kampus idaman banget bagi anak kelas XII SMA. Dari fakta yang ada memang benar UGM itu termasuk universitas favorit di Indonesia. Oke coba saya sebutkan ke-amazing-an UGM;
1. Lokasi strategis, luas, dan bangunan yang megah nan moderen
2. Kurikulum standar internasional
3. Pengajar yang berkualitas dan rata-rata doctor coy!
4. Lulusannya pun berkualitas, dibuktikan dengan mudahnya mendapat pekerjaan dan banyak orang terkenal (Politisi, Presiden!,Menteri,Entrepreneur,Ilmuan,Model!,dll) adalah lulusan UGM! Keren gak!?
5. Mahasiswa/i nya ramah, pintar, cantik, ganteng, dan kritis. Pokoknya TOPBGT!
6. Katanya sih pro sama mahasiswa miskin
7. Prodi yang ditawarkan cukup lengkap dan rata- rata terakreditasi A, Cuma ada sih yang blablabla gitu
8. Saringan masuknya ketat, jadi yang gak pintar jangan berharap bisa kuliah S1 UGM! Catet
9. Event-event keren sering banget di UGM, mulai konser musik, seminar, talkshow, pelitah blablabla, job fair, festival apaan gitu dan masih banyak lagi tapi bayar tentunya hehe. Eh tapi kadang ada yang gratis kok
10. Yang terpenting kalau kalian kuliah di UGM itu kelihatan WAH! Dan ber-integritas tinggi. Secara universitasnya orang terkemuka bro!
Nah udah ngerasa merinding belum merasakan gimana rasanya kuliah di UGM bagi kalian UGM-dreamer ? eh eh tapi kok tagline judul nya sekolah di UGM gak susah? Maksudnya apa?! Aseeek, ini nih yang ditunggu- tunggu, bagi kalian para UGM dreamer jangan kecil hati dulu yaa kalau nantinya gak bisa kuliah di UGM, masih ada jalan yang pintunya terbuka lebar bagi kalian untuk sekolah di UGM dan sama-sama dapat jaket almamater karung goni nya kok. Buat kalian yang mengerti, IQ TOP. Saya doakan semoga bisa KULIAH DI UGM!

One vision, one Identity, one Community

images
Ketika kalian membaca judul di atas, apa yang ada dibenak kalian? Sungguh sangat disayangkan jika kalian tidak tau maknanya. Bukan hanya translate ke Bahasa Indonesia tapi makna filosofisnya, tapi bersyukurlah jika kalian tahu makna dan maksud judul itu, I give 3 stars for you! Yap, that’s right, that’s a motto for AEC 2015. Tidak tahu AEC itu apa? So poor you, You are in the danger level man.

Oke tulisan saya kali ini akan membahas AEC 2015, agak terlambat sih tapi tak apa saya akan berbagi ilmu bagi kalian yang tidak tahu ataupun kalian yang ingin tahu AEC lebih jauh. Mengapa saya berani berkata ada yang belum tahu soal AEC? Yap, Beberapa hari yang lalu, saya tidak sengaja menguping pembicaraan beberapa mahasiswa tentang AEC, mereka saling mengobrol soal itu tapi mengenaskannya mereka terdengar belum tahu apa-apa soal AEC. Mereka hanya mendiskusikan apa yang dikatakan dosen ketika kuliah dan dari beberapa orang itu belum ada yang benar- benar tahu, padahal sudah MAHASISWA SEMESTER 5! Megenaskan!

Sebenarnya AEC itu apa sih? AEC adalah singakatan dari Asean Economic Community. Lalu mengapa biasanya diembel- embeli 2015? Asean Economic Community adalah gebrakan dari petinggi- petinggi dari negara- negara ASEAN untuk membentuk Komunitas Ekonomi Asean dan rencananya akan dimulai pada tahun 2015. Lalu apa untungnya kita tahu? Ini sangat penting, dengan dimulainya AEC 2015 ini akan menjadi titik mula persaingan global negara- negara ASEAN. Pada dasarnya latar belakang dibentuknya AEC atau biasa juga dikenal MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah untuk membentuk ASEAN menjadi kawasan yang stabil, sejahtera, dan kompetitif dengan pembangunan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan disparitas sosial ekonomi antar negara di ASEAN (ASEAN Vision 2020). Selain itu diharapkan kedepannya ASEAN dapat menjadi penyedia factor produksi bagi negara – negara di seluruh dunia. ASEAN tidak hanya sebagai pasar untuk produk – produk dari negara – negara Eropa, Amerika maupun Asia Timur.
Negara dalam kawasan ASEAN akan berkompetisi untuk bertahan dalam AEC ini, bagaimana tidak? Dengan dimulainya AEC tahun 2015 nanti pasar global ASEAN akan semakin terbuka lebar. Ekspor impor akan semakin meningkat, pertumbuhan ekonomi semakin pesat. Tapi dengan catatan, apabila negara tersebut mampu bertahan dan cukup siap. Dan Indonesia bisa dikatakan belum cukup siap akan hal tersebut. berdasarkan data World Economy Forum (WEF), daya saing Indonesia berada di urutan 55 dunia pada 2008 dan kemudian menjadi peringkat 50 dunia tahun 2012. Indonesia masih jauh tertinggal dari Singapura di peringkat tiga dunia, Malaysia ke-25, dan Thailand urutan ke-38. Jika ditinjau dari tujuan diberlakukannya, lanjut dia, AEC merupakan realisasi dari keinginan yang tercantum dalam Visi 2020 untuk mengintegrasikan ekonomi negara-negara Asean dengan membentuk pasar tunggal dan basis produksi bersama. Visi 2020 menyatakan, dalam pelaksanaan AEC, negara-negara anggota harus memegang teguh prinsip pasar terbuka (open market), berorientasi ke luar (outward looking), dan ekonomi yang digerakkan oleh pasar (market drive economy) sesuai dengan ketentuan multilateral.
Lalu bagaimana caranya Indonesia bisa bertahan? Jelas perlu ada penguatan di beberapa sektor yang masih rapuh dalam regulasinya terutama dalam sektor perekonomian. Yang juga perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia di Indonesia sendiri, mampu bersaing dengan negara ASEAN lain atau tidak. Dan itu adalah tugas kita sebagai mahasiswa. Sebenarnya, lebih bisa dikatakan pilihan bukan tugas. Mengapa? Off course tergantung pribadi kita sendiri, mau tersingkir dari negara sendiri atau justru menjajah negara lain. Jika AEC saja maknanya belum cukup tahu, bagaimana mau mempersiapkannya. Perlu diketahui bahwa mulai tahun 2015 kita tidak hanya bersaing dengan orang Indonesia dalam mencari pekerjaan tapi dengan negara ASEAN lainnya dan itu TIDAK MUDAH! Persiapkan skill kalian dan bahasa asing yang mempuni jika tidak mau tersingkir. Memang ada batasan- batasan dalam bahasa, misalnya saja orang thailand ingin bekerja di Indonesia harus bisa bahasa Indonesia namun asal kalian tahu banyak orang Thailand, filipina dll yang sudah bisa Bahasa Indonesia! Memang terserah kalian but this is real, The war comes closer guys.